Total Tayangan Laman

Senin, 18 Februari 2013

contoh laporan akhir KKN



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Kegiatan KKN
                 Kuliah Kerja Nyata lahir dari karya mahasiswa dalam pembangunan dan muncul dari kesadaran bahwa mahasiswa sebagai calon sarjana dapat bekerja untuk pembangunan dengan memanfaatkan sebagaian waktu belajarnya keluar dari ruang kuliah dan perpustakaan untuk bekerja di lapangan.
                 Kegiatan KKN mulai dilaksanakan pada Tahun Akademik 1971 / 1972, disebut dengan “ Pengadian Mahasiswa Kepada Masyarakat “ dan sebagai proyek perintis. Pada awalnya kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 3 ( tiga ) Universitas, yaitu Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Andalas Padang. Kemudian tahun 1972 KKN diperluas di 13 Universitas yaitu : Un-Syah, USU, Un And, Unsri, Unpad, UGM, Undip, Unibraw, Unud, Unlam, Unhas, Unsamrat dan Un Pattim. Kegiatan dimaksud lebih ditingkatkan setelah Presiden Republik Indonesia pada bulan Februari 1972 menganjurkan dan mendorong setiap mahasiswa untuk bekerja di desa, tinggal dan bekerja membantu masyarakat pedesaan, memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari kurikulumnya.
                 Berdasarkan pengalaman lain seperti Pengerahan Tenaga Mahasiswa ( PTM ), Bimbingan Masal ( Bimas ) din Institut Pertanian Bogor dan Tenaga Kerja Sukarela ( TKS ), yang dikorrdinasikan oleh Badan Urusan Tenaga Kerja Sukarela Indonesia ( BUTSI ), diperoleh bahan informasi yang cukup bagi departemen pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1973 untuk mengembangkan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa di Perguruan Tinggi dan kegiatan tersebut dikenal dengan istilah Kuliah Kerja Nyata atau KKN.
                 Tahun 1976 / 1977 KKN di Unram bersifat Kurikuler. Tahun 1979 / 1980 KKN di Unram peersyaratan wajib mahasiswa untuk sarjana. Tahun 1982 / 1983 KKN di Unram Intrakurikuler wajib 4 SKS hingga sekarang dengan paradigma “ development “. Tahun 2007  lahir KKN tematik di Unram sebagai pengembangan KKN reguler, contohnya : KKN tematik PBA, Polikultur Perikanan dan Kesehatan Masyarakat. Tahun 2008 lahir konsep KKN PPM ( Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat )dengan paradigma “ Empowerment “ yang berbasis riset dari DP2M Dikti.

B.       Maksud dan Tujuan KKN
                 Secara umum Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) yaitu :
1.      Mahasiswa memeperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatannya dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmaris dan interdisipliner.
2.      Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya untuk menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader pembangunan.
3.      Agar Perguruan Tinggi dapat menghasilkan sarjana pengisi teknostruktur dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi, gerak dan permasalahan yang kompleks yang dihadapi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Dengan demikian perguruan tinggi secara relatif menjadi siap pakai dan terlatih dalam menanggulangi permasalahan pembangunan yang lebih pragmatis dan lebih interdisipliner.
4.      Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan pemerintah daerah, instansi teknis dan masyarakat sehingga Perguruan Tinggi lebih dapat berperan dan menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitiannya dengan tuntutan nyata dari masyarakat yang sedang membangun.
5.      Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat ekonomi lemah.
6.      Melaksanakan terapan Iptek secara Teamwork dengan pendekatan multidisipliner.
7.      Menanamkan nilai kepribadian:
a.       Nasionalisme dan jiwa pancasila
b.      Keuletan, etos kerja dan tanggungjawab
c.       Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan
8.      Meningkatkan daya saing nasional
9.      Menanamkan jiwa peneliti sebagai eksploratif dan analisis
10.  Mendorong terwujudnya learning Community atau Learning Society.

C.      Kegunaan KKN
                 Kuliah Kerja Nyata mempunyai 3 ( tiga ) kelompok sasaran yaitu mahasiswa, pemerintah daerah dan Perguruan Tinggi. Masing-masing kelompok sasaran memperoleh manfaat / kegunaan yaitu :


1.      Mahasiswa
a.       Memperdalam pemgertian terhadap cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor.
b.      Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemamfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan.
c.       Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembnagan masyarakat.
d.      Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah.
e.       Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara interdisipliner atau antarsektor.
f.       Membina mahasiswa menjadi motivator, dinamisator dan problem solving
g.      Memberikan pengalaman belajar sebagai kader pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat.
h.      Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan, merumuskan dan memecahkan masalah secara langsung akan lebih menumbuhkan sikap profesionalisme pada diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggungjawab maupun rasa kesejawatan.
2.      Desa Lokasi KKN dan Pemerintah Daerah
a.       Memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.
b.      Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan.
c.       Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
d.      Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan didalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
e.       Memanfaatkan bantuan pemikiran mahaiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada dibawah tanggungjawabnya.

3.      Perguruan Tinggi
a.       Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswanya dengan proses pembangunan di tengah-tenga masyarakat sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pembangunan ilmu pengetahuan yang diasuh perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari pembangunan.
b.      Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk pembangunan penelitian.
c.       Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan keadaan / kondisi masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu penegtahuan, teknologi dan seni serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.
d.      Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi terkait atau departemen lain melalui kerjasama mahasiswa yang melaksanakan KKN.


















BAB II
KEADAAN UMUM DESA KALIJAGA

A.      Letak Geografis Desa Kalijaga
                 Desa Kalijaga merupakan desa tertua yang ada di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur yang terbagi kedalam 10 Dusun yaitu Dusun Jorong, Dusun gubuk Dapur, Dusun Karang Mantri, Dusun Karang Luar, Dusun Asmalang, Dusun Keling, Dusun Jangkong, Dusun Lauk Peken, Dusun Keramba, dan Dusun Rembate, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
-                    Sebelah Utara                    : Desa Aikmel
-                    Sebelah Selatan     : Desa Kalijaga Selatan
-                    Sebelah Timur                   : Desa Kalijaga Timur
-                    Sebelah Barat                    : Desa Lenek Lauk
Adapun jarak Desa Kalijaga dengan Ibukota Kecamatan ± 1,5 kilometer, dengan Ibukota Kabupaten ± 15 kilometer dan dengan Ibukota Provinsi ± 55 kilometer.

B.       Topografi Desa Kalijaga
                 Luas Desa Kalijaga adalah 375,230 Hektare dengan tofografi daratan yang berada pada ketingian 200 meter diatas permukaan air laut dan dengan curah hujan 120 mm / tahun serta dengan suhu udara 23-24° C.  

C.      Demografi Desa Kalijaga
                 Desa kalijaga merupakan desa tertua yang ada di kecamatan Aikmel, oleh karena itu maka desa kalijaga tersebut tergolong cukup memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang perekonomian masyarakatnya. Oleh karena desa kalijaga merupakan desa tertua, maka penyebaran penduduk di wilayah desa kalijaga cukup merata. Perumahan penduduk berada di satu kompleks perumahan kecuali dusun asmalang dan dusun keling yang jaraknya sekitar 200 meter dari dusun-dusun lainnya yang ada di desa kalijaga.
                 Saat ini jumlah penduduk desa kalijaga adalah sebanyak 10.175 jiwa, dengan rincian 4943 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 5232 jiwa berjenis kelamin perempuan. Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa penduduk desa kalijaga tinggal dalam satu kompleks perkampungan tanpa terpisah-pisah terkecuali dusun asmalang dan dusun keling.
                 85 % penduduk desa kalijaga merupakan petani, baik petani pemilik sawah maupun petani penggarap. Saat ini masih terdapat sekitar 2000 jiwa penduduk kalijaga masih tergolong buta aksara ( ± 20 % dari jumlah penduduk ). Sedangkan untuk tingkat pendidikan pasca sarjana ada 2 orang, sarjana 120 orang, diploma 5 orang, Tamat SMA / sederajat 924 orang, tamat SMP / sederajat 1.132 orang, tamat SD / MI sederajat 2.083 orang.

D.      Potensi Desa Kalijaga
                 Desa Kalijaga memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perekonomian yang terbagi kedalam beberapa jenis potensi seperi Pertanian, peternakan, perikanan dan beberapa sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Kalijaga.
1.    Luas Wilayah
                        Sebagaimana yang telah dikemukan sebelumya, bahwa desa kalijaga memiliki luas wilayah 375, 230 Ha, dengan rincian luas sebagaimana tabel 1.1 berikut ini :
NO
DUSUN
LUAS ( Ha )





Tabel 1.1
Luas Desa Kalijaga  untuk setiap dusunnya
1
Jorong
22,230
2
Gubuk Dapur
20,230
3
Karang Mantri
17,230
4
Karang Luar
22,230
5
Asmalang
54,230
6
Keling
37,230
7
Jangkong
41,230
8
Lauk Peken
44,230
9
Keramba
69,230
10
Rembate
49,230
Jumlah
        375,230

2.    Penggunaan tanah
                        75 % dari total luas wilayah di desa kalijaga dipergunakan untuk pertanian, dimana hampir 85 % masyarakat desa kalijaga bermata pencaharian petani. Sebagaimana yang telah dikemukan sebelumnya, bahwa penduduk desa kalijaga tinggal satu komplek, terkecuali 2 dusun, yaitu dusun asmalang dan dusun keling.
3.    Hasil-hasil produksi pertanian dan sumber daya alam
                        Adapun potensi pertanian yang dimiliki oleh desa kalijaga yaitu berupa tanaman padi dengan luas areal tanam seluas 157 Ha, tanaman jagung seluas 25 Ha, tanaman ubi seluas 0,22 Ha, tanaman cabai seluas 9.50 Ha dan tanaman tomat seluas 0,89 Ha, tanaman perkebunan kelapa seluas 6,30 Ha,Tanaman Tembakau Rakyat seluas 6,45 Ha, tanaman mangga seluas 0,25 Ha,dan tanaman pisang seluas 5 Ha.
                        Adapun potensi dalam bidan peternakan dan unggas yang dimiliki oleh dsa kalijaga adalah sebagai berikut: Sapi sebanyak 162 ekor, kuda sebanyak 29 ekor kambing sebanyak 48 ekor, ayam sebanyak 2.983 ekor, angsa 2 ekor dan itik/bebek sebanyak 772 ekor. Sedangkan dalam bidang perikanan, di desa kalijaga terdapat 2,37 hektare kolam ikan dan sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai desa penghasil ikan terbesar di Aikmel. Hal ini tidak lain karena di desa kalijaga terdapat 5 mata air yang sangat membantu untuk perairan bagi kolam ikan maupun sebagai pengairan untuk lahan pertanian.
                        Sumber Daya Alam yang dimiliki oleh desa kalijaga cukup berpotensi sebagai sumber perekonomian masyarakat, diantaranya terdapat 0,64 Ha lahan pasir, batu kali/gunung seluas 1,02 Ha dan lahan bambu sebanyak 4,25 Ha. Di desa kaliajga saat ini terdapat 132 unit kios/warung, 2 unit koperasi simpan pinjam, 54 unit Industri Rumah tangga dan 5 unit Industri menengah.
4.    Penduduk
                        85 % penduduk desa kalijaga merupakan petani, baik petani pemilik sawah maupun petani penggarap. Saat ini masih terdapat sekitar 2000 jiwa penduduk kalijaga masih tergolong buta aksara ( ± 20 % dari jumlah penduduk ). Sedangkan untuk tingkat pendidikan pasca sarjana ada 2 orang, sarjana 120 orang, diploma 5 orang, Tamat SMA / sederajat 924 orang, tamat SMP / sederajat 1.132 orang, tamat SD / MI sederajat 2.083 orang.
                
E.       Sosial Budaya Desa Kalijaga
                 Masyarakat desa kalijaga adalah masyarakat yang religius dengan populasi warganya 100 % beragama Islam, dan kebudayaan Islam sangatlah kental di desa ini. Ini dapat dilihat dengan adanya pondok pesantren Darusshalihin NW yang bergerak dalam bidang pendidikan, mulai dari tinkat Taman Kanak-kanak ( TK ) hingga Madrasah Aliyah ( MA ) / Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ).
                 Di Desa kalijaga saat ini terdapat 2 Taman Kanak-kanak ( TK ) dengan 27 orang guru dan 121 siswa. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar saat ini terdapat 5 SD dengan 62 orang guru dan 1004 orang siswa. Sementara itu untuk tingkat SMA / MA / SMK saat ini terdapat 1 MA dan 1 SMK dengan 50 orang guru dan 500 rang siswa.
   
F.       Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan
                 Sebagai sebuah desa yang berada di daerah banyak mata air ( ada 5 mata air ), maka yang menjadi permasalahan utama dalam bidang kebersihan adalah masih tidak teraturnya saluran-saluran air yang melintasi pemukiman warga, sehinga ketika terjadi hujan, maka air yang melalui saluran-saluran yang melewati pemukiman meluap.
                 Untuk sarana air bersih, sanitasi dan perumahan saat ini di desa kalijaga terdapat 24 unit sumur galian, 400 unit PAM Perpipaan yang merupakan milik pemerintah desa kalijaga, WC keluarga sebanyak 361 unit, rumah permanen sebanyak 1.091 unit, rumah semi permanen 638 unit dan rumah sederhana sebanyak 503 unit.
                 Kebiasaan warga untuk membuang sampah pada saluran-saluran air ( selokan ) yang melewati pemukiman semakin menambah kekotoran desa, sehingga ketika terjadi hujan maka saluran-saluran tersebut tersumbat dan akhirnya air pun meluap ke jalan desa.
                 Di desa kalijaga saat ini terdapat 1 Puskesmas Pembantu ( PUSTU ) dengan 8 orang Paramedis ( petugas kesehatan ), 11 Posyandu dengan 47 kader posyandu dan 1 Polindes dengan 1 orang bidan.

G.      Sarana dan Prasarana
                 Sarana dan prasarana yang ada di desa kalijaga cukup berkembang dan lengkap, diantaranya sarana air bersih, sanitasi dan perumahan, sarana dan Prasarana pendidikan, sarana dan prasarana kesehatan, sarana dan prasaranan transportasi, serta prasarana sosial ekonomi lainnya lainnya.
                 Untuk sarana air bersih, sanitasi dan perumahan saat ini di desa kalijaga terdapat 24 unit sumur galian, 400 unit PAM Perpipaan yang merupakan milik pemerintah desa kalijaga, WC keluarga sebanyak 361 unit, rumah permanen sebanyak 1.091 unit, rumah semi permanen 638 unit dan rumah sederhana sebanyak 503 unit.
                 Sementara itu untuk sarana pendidikan dan kesehatan saat ini di desa kalijaga terdapat 4 Sekolah Dasar Negeri dan 1 Madrasah Ibtidayyah swasta, 1 SMP negeri dan 1 SMP swasta serta 1 Madrasah Tsanawiyyah milik swasta. Untuk tingkat sekolah menengah atas, di desa kalijaga terdapat 1 Madrasah Aliyyah milik swasta dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) milik swasta. Sedanhgkan untuk sarana pendidikan informal saat ini didesa kalijaga terdapat 1 PKBM dengan 3 buah kelompok paket A, 3 buah kelompok paket B dan 3 buah kelompok paket C serta 3 buah kelompok PAUD. Adapun untuk sarana dan prasarana kesehatan yang ada di desa kalijaga saat ini adalah 1 buah Puskesmas Pembantu ( PUSTU ), 1 buah Polindes dan 11 Posyandu.
                 Untuk sarana dan prasarana transportasi yang ada di desa kalijaga saat ini adalah 1 unit mini bus, 1 unit truk mini, 12 unit sedan jep, 4 unit pick up, 296 sepeda motor, 218 sepeda dan 28 unit cidomo. Sedangkan prasarana transportasinya adalah 1,4 kilometer jalan aspal; 6,23 jalan tanah; 15 buah jembatan; 17 buah dueker dan 1 pangkalan ojek.
                 Adapun sarana dan prasasaran sosial ekonomi yang ada di desa kalijaga saat ini adalah 6 buah masjid, 26 mushalla, 16 TPQ, 1 buah pondok pesantren, 1 lapangan sepak bola, 4 lapangan volly dan badminton, 9 kelompok budaya dan 20 kelompok tradisi. Sedangkan prasarana perekonmian yang ada adalah 132 unit warung, 2 unit koperasi simpan pinjam, 54 unit Industri Rumah Tangga, dan 5 unit industri menengah. Sedangkan sarana penerangan yang ada adalah 1.897 Kepala Keluarga tercatat sebagai pemakai listrik.
                
H.      Administrasi, Kelembagaan dan Struktur Organisasi Desa Kalijaga
                 Administrasi pemerintahan desa kalijaga saat ini terbilang cukup lengkap, mulai dari buku-buku data administrasi desa sampai dengan papan-papan struktur organisasi maupun papan data desa juga cukup lengkap.
                 Kelembagaan yang ada di desa kalijaga saat ini adalah Pemerintahan Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa ( LKMD ), karang Taruna, penggerak PKK dan Remaja Masjid.
                 Untuk pemerintahan desa kalijaga periode 2005-2011, kepala Desa adalah Bapak Hayya Alatain dengan sekretaris Desa Bapak Syuhada’ Ahmad serta dengan 6 orang Kepala Urusan ( Kaur ), 1 bendaharawan desa dan 1 petugas kebersihan. Sedangkan untuk keanngotaan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) saat ini terdapat 9 anggta BPD dengan ketuanya Bapak Drs. Zainuddin Aji. Sementara itu untuk LKMD saat ini terdapat 15 orang anggota, 33 orang anggota PKK, 57 anggta karang taruna dan 42 anggota remaja masjid.






























BAB III
PERMASALAHAN DESA
            Berdasarkan hasil observasi /pengamatan lapangan yang kami lakukan pada tanggal 20 – 21 Januari 2009, maka dapat disimpulkan terdapat berbagai jenis permasalahan yang ada di desa kalijaga yang terbagi kedalam beberapa bidang, yaitu bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa, bidang Pendidikan dan sosial, bidang Pertanian, bidang kebersihan lingkungan dan kesehatan, bidang hukum dan perundang-undangan, bidang ekonomi dan UKM, bidang sarana dan prasarana, bidang produksi, bidang kepemudaa, agama dan masyarakat serta bidang kependudukan.

1.        Bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa
Permasalahan yang ada di bidang Administrasi dan Pemerintahan desa adalah :
a.       Buku data Administrasi Desa sudah tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang baru dan lebih tinggi yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2006 tentang Pedoman Administrasi Desa.
b.      Tidak terdapatnya papan struktur organisasi pemerintahan desa
c.       Tidak terdapatnya papan jenis dan besarnya pungutan desa
d.      Tidak adanya peta desa

2.        Bidang Pendidikan dan Sosial
a.       Kesadaran masyarakat akan arti penting pendidikan sangat kurang
b.      Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat sudah tidak berjalan
c.       Kurangnya kemampuan anak-anak usia SD maupun SMP dalam berbahasa Inggris karena kecenderungan orang tua yang lebih menekankan untuk mengetahui bahasa arab saja.
d.      Pendidikan Anak usia Dini ( PAUD ) hampir tidak berjalan lagi.
e.       Tingginya angka Buta Aksara

3.        Bidang Pertanian
a.       Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penggunanaan pupuk yang baik
b.      Tingkat kecenderungan dan ketergantungan  masyarakat menggunakan pupuk anorganik sangat tinggi dan tidak mengetahui manfaat menggunakan pupuk orgnik.

4.        Bidang Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
a.       Sanitasi air yang tidak baik
b.      Masyarakat membuang sampah sembarangan terutama di saluran-saluran air ( selokan ) yang melintasi pemukiman warga merupakan permasalahan yang masih belum teratasi.
c.       Tidak adanya tempat pembuangan akhir sampah
d.      Puskesmas Pembantu yang kurang terawat.
e.       Tingginya angka perkawinan usia dini.
f.       Semangat kegotong royongan sudah mulai memudar

5.        Bidang hukum dan perundang-undangan
a.       Peraturan Desa maupun Keputusan Kepala Desa masih belum sesuai dengan perturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu PP Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa.
b.      Tidak mengetahui sistem / tata cara pemilu 2009.

6.        Bidang Sarana dan Prasarana
a.       Tidak terdapatnya tempat / bak sampah di tiap-tiap dusun maupun di kantor desa
b.      Prasarana transportasi seperti jalan aspal sudah sangat rusak sehingga sering terjadi banyak kecelakaan lalu lintas

7.        Bidang Peternakan dan Produksi
a.       Masyarakat tidak mengetahui tata cara pemeliharaan hewan yang baik.
b.      Gairah makan hewan ternak sangat kurang.
c.       Tidak mengetahui cara pengelolaan limbah ternak agar dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

8.        Bidang Kepemudaan, Agama dan kemasyarakatan
a.       Kurangnya hiburan bagi masyarakat
b.      Pernah terjadi tawuran antar pemuda
c.       Arus westernisasi pada pemuda terutama pemuda rantauan yang pernah merantau ke Bali merupakan penyebab utama keributan antar pemuda
d.      Sudah satu tahun lebih Bapak Tuan Guru kurang sehat karena usia yang sudah uzur sehingga sudah jarang bahkan tidak pernah lagi bisa memberikan pengajian terhadap masyarakat, namun masyarakat sangat merindukan pengajian-pengajian agama seperti sebelumnya.

9.        Bidang Kependudukan
a.       Tidak adanya buku besar tentang data penduduk di setiap dusun
b.      Tidak adanya buku besar data penduduk di kantor desa.

























BAB IV
PROGRAM KEGIATAN KKN DI DESA KALIJAGA

1.        Bidang Administrsi Pemerintahan Desa
a.       Membuat dan menyempurnakan buku data administrasi desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2006 tentang Pedoman Administrasi Desa.
b.      Membuat Papan Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
c.       Membuat Peta Desa
d.      Membuat Papan Jenis dan Besarnya Pungutan Desa Kalijaga menurut Perdes Kalijaga Nomor 2 Tahun 2008

2.        Bidang Sosial dan Pendidikan
a.       Mengadaka kursus bahasa Inggris untuk siswa SMP/ MTs
b.      Pendataan warga PBA tingkat Dasar
c.       Membuka les mata pelajaran yang akan di Uji pada Ujian Nasional
d.      Mengadakan Lomba pidato tingkat SD se-desa kalijaga

3.        Bidang Pertanian
Melakukan penyuluhan tentang tata cara penggunaan pupuk yan baik dan benar dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.

4.        Bidang  Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
a.       Mengggiatkan gotong royong / jum’at bersih
b.      Membenahi Puskesmas Pembantu ( PUSTU )
c.       Penyuluhan tentang Resiko Pernikahan Usia Dini Bagi Kesehatan

5.        Bidang  Hukum dan Perundang-undangan
a.        Pelatihan Legal Drafting ( Tata Cara Penyusunan Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa )
b.       Sosialisasi Pemilu 2009


6.        Bidang Sarana dan Prasarana
Membuat Bak Sampah Kantor Desa

7.        Bidang Peternakan dan Produksi
Melakukan Penyuluhan tentang tata cara pemeliharaan hewan yang baik dan Pelatihan Pembuatan UMB ( Urea Mollasse Block ) untuk menambah nafsu makan hewan ternak.

8.        Bidang Kepemudaan, Agama dan masyarakat
a.       Memberikan Pengajian / Ceramaha agama / da’wah di setiap masjid dan mushalla yang ada di desa kalijaga
b.      Khotbah Jum’at pada setiap hari jum’at
c.       Mengadakan perlombaan gembira bagi anak-anak, yang terdiri dari 5 mata lomba :
-          Lomba balap karung
-          Lomba gigit uang
-          Lomba sendok kelereng
-          Lomba memasukkan paku dalam botol
-          Lomba makan kerupuk
d.      Mengadakan lomba tarik tambang untuk orang dewasa antar dusun
e.       Mengadakan acara nonton bareng ( layar tancap ) film-film islami

9.        Bidang Kependudukan
Menyempurnakan data penduduk ke buku besar penduduk setiap dusun











BAB V
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
KEGIATAN PROGRAM KKN

A.      Pembahasan Pelaksanaan KKN di Desa
1.      Bidang Administrsi Pemerintahan Desa
a.         Membuat dan menyempurnakan buku data administrasi desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2006 tentang Pedoman Administrasi Desa.
1)      Masalah
Permasalahan yang ditemukan adalah bahwa buku data administrasi desa yang dimiliki oleh desa kalijaga saat itu sudah tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2006 tentang Pedoman Administrasi Desa.
2)      Tujuan
Penyempunaan buku data administrasi desa agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3)      Waktu Pelaksanaan kegiatan
Pembuatan buku data administrasi desa tersebut direncanakan selesai pada tanggal 23 Februari 2009 namun sudah selesai dikerjakan pada tanggal 7 Februari 2009
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Hukum
5)      Sumber dana dan Pendanaan
Adapun sumber dana untuk pembuatan buku data administrasi desa tersebut adalah berasal dari uang kas kelompok KKN sebesar Rp. 125.000,-
6)      Hasil
Terbuatnya 14 jenis buku data administrasi desa dari 28 jenis yang seharusnya dibuat.
7)      Hambatan
Terbatasnya dana yang dimiliki oleh kelompok KKN dan pihak desa sendiri sudah ditawarkan untuk mendanai buku data administrasi desa yang tidak dapat dibiayai oleh kelompok KKN yaitu sebanyak 14 buku, namun pihak desa sendiri menyatakan tidak memiliki dana.
b.         Membuat Papan Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
1)      Masalah
Tidak terdapatnya papan struktur organisasi pemerintahan desa di kantor desa, sehingga setiap tamu dari luar kesulitan untuk mengetahui struktur organisasi pemerintahan desa kalijaga
2)      Tujuan
Agar memudahkan setiap orang untuk mengetahui dengan jelas bagan struktur organisasi pemerintahan desa kalijaga dan membantu pemerintahan desa kalijaga dalam melengkapi papan-papan administrasi desa.
3)      Waktu pelaksanaan kegiatan
Pembuatan papan strukur organisasi pemerintahan desa tersebut direncanakan untuk dibuat dari tanggal 27 Januari 2009 sampai dengan tanggal 6 Februari 2009, namun dapat diselasaikan pada tanggal 3 Februari 2009
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Hukum
5)      Sumber dana dan pendanaan
Pihak pemerintahan Desa kalijaga telah menyediakan papan dari triplack ukurun 1,5 meter x 75 cm, sedangkan kelompok KKN menyediakan dana sebesar Rp. 75.000,- untuk pembelian bahan-bahan pembuatannya.
6)      Hasil
Terbuatnya papan bagan struktur organisasi pemerintahan desa kalijaga
c.         Membuat Peta Desa
1)      Masalah
Belum adanya peta desa kalijaga setelah pemekeran desa kalijaga menjadi tiga desa, yaitu desa kalijaga, desa kalijaga selatan dan desa kalijaga timur.
2)      Tujuan
Membuat peta desa dalam ukuran besar sekaligus untuk melengkapi papan administrasi desa



3)      Waktu pelaksanaan
Pembuatan peta desa direncanakan dibuat dari tanggal 23 Januari 2009 dan direncanakan selesai pada tanggal 12 Februari 2009, namun dapat diselesaikan pada tanggal 7 Februari 2009.
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Teknik
5)      Sumber dana dan pendanaan
Pihak Desa menyediakan papan triplack ukuran 1,5 m x 75 cm dan Uang sebesar Rp. 50.000,- dan Kelompok KKN menyediakan dana sebesar Rp. 100.000,- dari uamh kas KKN sehingga totalnya menjadi Rp. 150.000,-
6)      Hasil
Terbuatnya peta desa dalam ukuran besar
d.         Membuat Papan Jenis dan Besarnya Pungutan Desa Kalijaga menurut Perdes Kalijaga Nomor 2 Tahun 2008
1)      Masalah
Tidak terdapatnya papan pengumuman tentang jenis dan besarnya pungutan desa kalijaga sesuai dengan Perdes Kalijaga Nomor 2 Tahun 2008, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengetahui jumlah biaya yang harus dikeluarkan ketika hendak berurusan dengan pihak pemerintahan desa dalam hal membuat surat keterangan dari desa dan sejenisnya.
2)      Tujuan
Membuat papan pengumuman tentang jenis dan besarnya pungutan desa kalijaga agar masyarakat maupun pemerintahan desa mudah mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan ketika membuat surat keterangan dari desa atau lainnya yang menyangkut pungutan desa kalijaga.
3)      Waktu pelaksanaan kegiatan
Direncanakan mulai dikerjakan tanggal 27 Jnuari 2009 dan direncanakan selesai pada tanggal 6 Februari 2009, namun dapat diselesaikan pada tanggal 5 Februari 2009.
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Teknik


5)      Sumber dana dan Pendanaan
Pihak pemerintahan desa menyediakan papan triplack ukuran 1,5 m x 75 cm sedangkan kelompok KKN menyediakan dana sebesar Rp. 40.000,-
6)      Hasil
Terbuatnya papan jenis dan besarnya pungutan desa kalijaga yang dapat memudahkan warga mapun pemerintahan desa didalam mengetahui jenis dan besarnya pungutan desa kalijaga

2.      Bidang Sosial dan Pendidikan
a.         Mengadakan kursus bahasa Inggris untuk siswa SMP/ MTs
1)      Masalah
Kurangnya kemampuan anak-anak usia SD maupun SMP dalam berbahasa Inggris karena kecenderungan orang tua yang lebih menekankan untuk mengetahui bahasa arab saja.
2)      Tujuan
Meningkatkan kemapuan siswa-siswi dalam berbahasa Inggris
3)      Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan 5 kali dalam seminggu, yaitu hari senin, selasa, rabu, kamis dan sabtu dilaksanakan pada sore hari mulai Pukul 16.00 s. 17.30 WITA.
4)      Tempat kegiatan
Kegiatan kursus bahasa inggris ini dipusatkan di SMPN 4 Aikmel dan Di MTs Darusshalihin NW Kalijaga
5)      Peserta
Peserta kursus terdiri dari Siswa-siswi SMPN 4 Aikmel 20 Orang, SMP Darusshalihin NW 15 orang dan MTs Darusshalihin NW 15 orang, sehingga berjumlah 50 orang.
6)      Hasil
Meningkatnya pemahaman dan kemampuan berbahasa inggris siswa-siswi
7)      Hambatan
Biasanya sore hari sering terjadi hujan sehingga peserta kursus banyak yang tidak hadir.

b.         Pendataan warga PBA tingkat Dasar
1)      Masalah
Belum adanya data warga PBA tingkat dasar yang benar-benar akurat
2)      Tujuan
Memperoleh data warga PBA tingkat dasar yang benar-benar akurat
3)      Waktu
Tanggal 18 s.d 27 Februari 2009, dilaksanakan sore hari dari jam 16.00 s.d pukul 18.00 WITA.
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Semua anggota KKN terlibat
5)      Tempat dan teknis kegiatan
Dusun Lauk Peken dengan cara mendatangi rumah-rumah warga dan menanyakan disertai dengan tes ringan tentang kemampuan membaca dan menulis warga.
6)      Hasil
Mendapatkan data warga PBA di Dusun Lauk Peken Desa Kalijaga
7)      Hambatan
Waktu dan informasi yang diberikan oleh LPM Unram sangatlah telat dan  terbatas sehingga tidak semua dusun dapat didatangi disebabkan oleh bentrokan dengan program KKN yang telah ditetapkan
c.         Membuka les mata pelajaran yang akan di Uji pada Ujian Nasional
1)      Masalah
Tingginya standar kelulusan pada ujian nasional sehingga siswa-siswi peserta ujian nasional harus belajar ekstra
2)      Tujuan
Membantu siswa-siswi peserta ujian nasional dalam menjawab soal-soal yang berkaitan dengan materi ujian nasional
3)      Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan
4 kali dalam seminggu, dilaksanakan malam hari setelah Isya sampai Pukul 22.00 WITA bertempat di Posko KKN Unram.
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari FKIP

5)      Hasil
Siswa-siswi peserta ujian nasional dapat terbantu didalam menghadapi ujian nasional pada bulan April mendatang.
d.         Mengadakan Lomba pidato tingkat SD se-desa kalijaga
1)      Masalah
Tidak pernah diadakan lomba pidato tingkat SD se-desa kalijaga
2)      Tujuan
Meningkatkan kemampuan berpidato siswa-siswi SD
3)      Waktu dan tempat kegiatan
Dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 mulai pukul 08.00 s.d 12.00 WITA yang bertempat di Aula Desa Kalijaga dan finalnya pada tanggal 25 Februari 2009 pukul 20.00 WITA pada acara nonton bareng di Lapangan sepak Bola Desa Kalijaga.
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari FKIP dan Fakultas Hukum
5)      Peserta
Semua SD dan MI yang ada di Desa Kalijaga, yaitu sebanyak 5 DD / MI dengan masing-masing SD/MI mengirimkan delegasinya sebanyak 5 orang, sehingga berjumlah 25 orang peserta.
6)      Sumber dana dan pendanaan
Dana berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 100.000,-
7)      Hasil
Juara 1 berasal dari SDN 4 Kalijaga, juara 2 berasal dari SDN 2 Kalijaga dan Juara 3 berasal dari SDN 1 Kalijaga.

3.      Bidang Pertanian
Melakukan penyuluhan tentang tata cara penggunaan pupuk yan baik dan benar dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.
1)      Masalah
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penggunanaan pupuk yang baik serta tingkat kecenderungan dan ketergantungan  masyarakat menggunakan pupuk anorganik sangat tinggi dan tidak mengetahui manfaat menggunakan pupuk orgnik.
2)      Tujuan
Meningkatkan pemahaman petani tentang tata cara penggunanaan pupuk yang baik serta mengurangi tingkat kecenderungan dan ketergantungan  masyarakat menggunakan pupuk anorganik melalui penyuluhan manfaat pupuk organik dan tata cara pembuatannya.
3)      Waktu dan tempat kegiatan
Dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2009 pukul 08.00 s.d pukul 11.30 WITA bertempat di Aula Kantor Desa Kalijaga.
4)      Penyuluh / pemateri
Tenaga penyuluh yang memberikan penyuluhan pada kegiatan tersebut adalah berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur.
5)      Peserta
Peserta kegiatan tersebut adalah para ketua dan anggota Kelompok Tani maupun kelompok tani-ternak yang ada di desa kalijaga. Target peserta adalah sebanyak 50 orang, namun yang hadir pada kegiatan tersebut hanyalah 20 orang.
6)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Pertanian
7)      Hasil
Peserta dapat mengetahui tata cara penggunaan pupuk yang baik dan mengetahui tata cara pembuatan pupuk organik ( kompos )
8)      Sumber dana dan Pendanaan
Dana untuk keguiatan tersebut adalah berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 115.000,-
9)      Hambatan
Peserta yang ditargetkan 50 orang tidak terpenuhi, hanya 20 orang saja yang hadir dan peserta datan terlambat sehingga kegiatan molor sampai 1 jam yaitu baru dapat dimulai pukul 09.00 WITA.

4.         Bidang  Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
a.         Mengggiatkan gotong royong / jum’at bersih
1)      Masalah
Sanitasi air yang tidak baik dan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan terutama di saluran-saluran air ( selokan ) yang melintasi pemukiman warga merupakan permasalahan yang masih belum teratasi serta semangat kegtong royongan yang mulai memudar.
2)      Tujuan
Untuk menggiatkan semangat gotong royong masyarakat
3)      Waktu dan tempat kegiatan
Setiap hari Jum’at pagi di Dusun-dusun dan di masjid yang kebetulan lagi ada pembangunan masjid.
4)      Pelaksana / penanggungjawa kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Ekonomi
5)      Masyarakat yang terlibat
Pada setiap kali gotong royong, jumlah masyarakat yang terlibat cukup banyak, yaitu bisa mencapai 30 orang untuk setiap kali gotong royong.
6)      Sumber dana dan pendanaan
Setiap kali gotong royong di dusun-dusun secara bergiliran, kepala dusun sudah menyiapkan konsumsi yang berasal dari warga sendiri.
7)      Hasil
Tumbuhnya semangat kegotong-royongan di masyarakat dan tempat-tempat yang kotor berubah menjadi bersih
b.         Membenahi Puskesmas Pembantu ( PUSTU )
1)      Masalah
Puskesmas pembantu yang ada di desa kalijaga kurang terawat, sehingga minat masyarakat untuk memanfaatkannya sangatlah kurang. Bahkan dalam 1 hari hanya ada 1 pasien yang datang berobat ke PUSTU
2)      Tujuan
Melakukan pemebenahan taman dan lingkungan halaman PUSTU agar bersih dan indah sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkannya.
3)      Waktu
Tanggal 30 Januari 2009
4)      Partisipasi masyarakat
Masyarakat yang terlibat dan ikut berpartisipasi dalam pemebenahan PUSTU ini adalah sebanyak 21 warga.


5)      Sumber dana dan Pendanaan
Sumber dana untuk pemebenahan ini berasal dari PUSTU sebesar Rp. 150.000,-
6)      Hasil
PUSTU jadi bersih dan indah serta tertata dengan rapi.
c.         Penyuluhan tentang Resiko Pernikahan Usia Dini Bagi Kesehatan
1)      Masalah
Tingginya angka penduduk yang menikah di Usia dini
2)      Tujuan
Memberikan pemahaman tentang resiko / bahaya perkawinan di usia dini bagi kesehatan, sehingga dapat mengurangi atau menekan angka pernikahan usia dini.
3)      Waktu dan tempat
Kegiatn tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2009 bertempat di Aula MA Darusshalihin NW Kalijaga.
4)      Penyuluh / pemateri
Tenaga penyuluh pada kegiatan tersebut adalah berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur.
5)      Peserta
Peserta kegiatan penyuluhan tersebut adalah seluruh siswa-siswi MA Darusshalihin NW Kalijaga yang berjumlah ± 450 orang.
6)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Hukum
7)      Bentuk kegiatan
Kegiatan tersebut berbentuk penyuluhan tentang resiko pernikahan usia dini bagi kesehatan dan nonton bareng tentang gaya hidup sehat serta diselingi dengan Games / Quis seputar materi penyuluhan.
8)      Sumber dana dan pendanaan
Sumber dana untuk kegiatan tersebut adalah berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 110.000,-


9)      Hasil
Peserta dapat mengetahui resiko pernikahan usia dini bagi kesehatan dan bagaimana dampak-dampaknya.
10)  Hambatan
Listrik sering padam, sehingga sempat mengganggu kegiatan.

5.      Bidang  Hukum dan Perundang-undangan
a.         Pelatihan Legal Drafting ( Tata Cara Penyusunan Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa )
1)      Masalah
Peraturan Desa maupun Keputusan Kepala Desa masih belum sesuai dengan perturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu PP Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa.
2)      Tujuan
Meningkatkan kemampuan pemerintahan desa dan BPD dalam meyusun peraturan desa, peraturan kepala desa dan keputusan kepala desa yang baik dan benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3)      Waktu dan tempat kegiatan
Dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2009 Pukul 09.00 sampai 11.00 WITA di Aula Desa Kalijaga.
4)      Pemateri
Pemateri untuk kegiatan pelatihan legal darfting yaitu H. Muhammad Ilwan, SH.,MH., dosen dari Fakultas Hukum Universitas Mataram.
5)      Peserta
Kelompok KKN telah mengundang anggota BPD sebanyak 9 orang dan pemerintahan desa sebanyak 8 orang, akan tetapi yang hadir hanyalah 2 orang anggota BPD dan 7 orang dari pemerintahan desa.
6)      Bentuk kegiatan
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi legal drafting oleh pemateri dan selanjutnya sesi tanya antara peserta dengan pemateri.

7)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Hukum
8)      Sumber dana dan pendanaan
Sumber dana untuk kegiatan tersebut berasal dari LPM Unram Rp 75.000,- dan kelompok KKN sebesar Rp. 120.000,- sehingga berjumlah Rp. 195.000,-
9)      Hasil
Pemerintahan desa dan BPD dapat mengetahui tata cara penyusunan Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa yang baik dan benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan berlaku.
b.         Sosialisasi Pemilu 2009
1)    Masalah
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan terhadap tokoh-tokoh masyarakat, semua responden yang kami wawancarai menjawab belum mengetahui tata cara pemilu 2009
2)    Tujuan
Untuk meningkatkan pemahaman tentang tata cara pemilu 2009
3)    Waktu dan tempat pelaksanaan
Dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2009 di Aula Desa Kalijaga
4)    Pemateri
Adapun pemateri pada acara sosialisasi Pemilu 2009 tersebut adalah anggota KPUD Kabupaten Lombok Timur dan tenaga teknis / penyuluhnya.
5)    Peserta
Kelompok KKN telah mengedarkan undangan sebanyak 150 undangan yang dintandatangani oleh Kepala Desa dan Ketua PPS Desa Kalijaga bersama dengan Ketua Kelompok KKN, namun yang bisa hadir adalah sebanyak 60 orang, yang berasl dari setiap dusun yang ada di desa kalijaga.
6)    Bentuk kegiatan
Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi tata cara pemilu 2009 oleh anggota KPUD Kabupaten Lombok Timur dan selanjutnya adalah tanya jawab dengan peserta dan diakhiri dengan simulasi Pemilu 2009 oleh warga dengan meminta beberapa warga untuk melakukan simulasi
7)    Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Hukum
8)    Sumber dana dan pendanaan
Sumber dana untuk kegiatan sosialisasi pemilu 2009 tersebut berasal dari Panitia Pemungutan Suara ( PPS ) Desa Kalijaga sebanyak Rp. 100.000,- dan dari Kelmpok KKN sebesar Rp. 100.000,- sehingga berjumlah Rp. 200.000,-
9)    Hasil
Masyarakat dapat mengetahui tata cara pemilu 2009
10)Hambatan
Terjadinya hujan lebat, sehingga kegiatan tersebut tertunda sampai 2 jam dan baru dapat dimulai pada pukul 10.00 s.d pukul 12.30 WITA.

6.      Bidang Sarana dan Prasarana
Membuat Bak Sampah Kantor Desa
1)      Masalah
Tidak adanya tempat / bak sampah di kantor desa sehingga setiap orang yang datang, membuang sampah sembarangan dan merusak keindahan taman kantor desa.
2)      Tujuan
Untuk kelengkapan sarana kebersihan kantor desa
3)      Waktu dan tempat
Pembuatan bak sampah tersebut direncanakan mulai dibuat pada tanggal 30 Januari 2009 dan direncanakan selesai pada tanggal 2 Februari 2009, tetapi dapat diselesaikan pada tanggal 1 Februari 2009. Adapun tempat pembuatannya yaitu di Posko KKN Unram.
4)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Teknik
5)      Teknik dan bahan pembuatan bak sampah
Bak sampah kantor desa tersebut dibuat dengan bahan dasar bambu dan kayu yang di buat berbentuk trapesium dengan tinggi sekitar 75 cm dan selanjutnya di cat dengan warna hitam putih.
6)      Sumber dana
Sumber dana untuk pembuatan bak sampah berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 35.000,-

7)      Hasil
Terbuatnya bak sampah kantor desa yang diharapkan dapat menambah kebersihan kantor desa.

7.      Bidang Peternakan dan Produksi
Melakukan Penyuluhan tentang tata cara pemeliharaan hewan yang baik dan Pelatihan Pembuatan UMB ( Urea Mollasse Block ) untuk menambah nafsu makan hewan ternak.
1)      Masalah
Masyarakat tidak mengetahui tata cara pemeliharaan hewan yang baik serta gairah / nafsu makan hewan ternak sangat kurang.
2)      Tujuan
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tata cara pemeliharaan hewan ternak dengan baik dan benar serta melatih masyarakat peternak dalam proses pembuatan UMB untuk meningkatkan nafsu makan hewan ternak.
3)      Waktu dan tempat kegiatan
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2009 di Aula Kantor Desa Kalijaga.
4)      Pemateri
Pemateri untuk kegiatan penyuluhan adalah dokter hewan dari Pos Kesehatan Hewan Aikmel, sedangkan untuk pelatihan pembuatan UMB adalah anggota KKN dari Fakultas Peternakan.
5)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Anggota KKN dari Fakultas Peternakan
6)      Peserta
Kelompok KKN telah mengundang semua kelompok tani-ternak yang ada di Desa Kalijaga yang berjumlah 50 orang, namun yang datang hanyalah 5 orang saja.
7)      Sumber dana
Sumber dana untuk kegiatan tersebut berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 50.000,-
8)      Hasil
Masyarakat / peserta mengetahui tata cara pemeliharaan hewan dengan baik dan benar
8.      Bidang Kepemudaan, Agama dan masyarakat
a.         Memberikan Pengajian / Ceramah agama / da’wah di setiap masjid dan mushalla yang ada di desa kalijaga
1)      Masalah
Sudah satu tahun lebih Bapak Tuan Guru kurang sehat karena usia yang sudah uzur sehingga sudah jarang bahkan tidak pernah lagi bisa memberikan pengajian terhadap masyarakat, namun masyarakat sangat merindukan pengajian-pengajian agama seperti sebelumnya.
2)      Tujuan
Meningkatkan iman dan taqwa
3)      Waktu dan tempat
Dilaksanakan 3 kali dalam seminggu di tiap-tiap masjid / mushalla yang ada di desa kalijaga
4)      Partisipasi masyarakat
Masyarakat kalijaga adalah masyarakat yang religius, sehingga untuk kegiatan pengajian-pengajian, maka masyarakat yang hadir pun banyak, bisa sampai ratusan orang.
5)      Bentuk kegiatan
Memberikan ceramah agama dan disertai dengan diskusi, akan tetapi setiap selesai shalat isya, masyarakat selalu memberikan hidangan-hidangan kepada anggota KKN yang datang menghadiri pengajian tersebut.
6)      Penceramah / da’i
Ketua Kelompok KKN
b.         Khotbah Jum’at pada setiap hari jum’at
1)      Waktu dan tempat kegiatan
Dilaksanakan setiap hari Jum’at terhitung mulai minggu ke -3 ( 4 kali khutbah ) di 4 masjid yang berbeda.
2)      Khotib
Ketua Kelompok KKN
c.         Mengadakan perlombaan gembira bagi anak-anak, yang terdiri dari 5 mata lomba :
-        Lomba balap karung
-        Lomba gigit uang
-        Lomba sendok kelereng
-        Lomba memasukkan paku dalam botol
-        Lomba makan kerupuk
1)      Masalah
Kurangnya hiburan bagi masyarakat terutama anak-anak serta tidak pernah diadakan lomba seperti diatas.
2)      Tujuan
Memberikan hiburan bagi masyarakat terutama anak-anak.
3)      Waktu dan tempat
Dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 Februari 2009 dimulai pukul 16.00 s.d 18.00 bertempat di lapangan Nurul Huda Dayan Jero Desa Kalijaga.
4)      Pelaksana
Semua anggota KKN
5)      Sumber dana
Sumber dana untuk kegiatan lomba-lomba gembira bagi anak-anak tersebut berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 150.000,- ( untuk perlengkapan dan hadiah )
d.         Mengadakan lomba tarik tambang untuk orang dewasa antar dusun
1)      Masalah
Kurangnya hiburan bagi masyarakat serta tidak pernah diadakannya lomba tarik tambang antar dusun.
2)      Tujuan
Mempererat tali silaturrahmi antar dusun dan dengan kelompok KKN Unram
3)      Waktu dan tempat
Dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009, yaitu sore hari dari pukul 16.00 s.d 17.30 bertempat di lapangan sepak bola Desa Kalijaga.
4)      Partisipasi masyarakat
Kelompok yang menjadi peserta pada lomba tarik tanbang tersebut adalah setiap dusun yang ada di desa kalijaga ditambah dengan team dari Staf desa dan team dari guru-guru MA Darusshalihin NW Kalijaga.
5)      Pelaksana / penanggungjawab kegiatan
Semua anggota KKN

6)      Sumber dana
Sumber dana untuk kegiatan tarik tambang tersebut berasal dari kelompok KKN sebesar Rp. 130.000,- yang dipergunakan untuk hadiah dan sewa tali tambang.
7)      Hasil
Keluar sebagai juara 1 adalah team dari guru-guru Madrasah Aliyah dan sebagai juara 2 adalah team Dusun Jangkong.
e.         Mengadakan acara nonton bareng ( layar tancap ) film-film islami
1)      Masalah
Kurangnya hiburan bagi masyarakat dan tidak pernah diadakannya acara nonton bareng
2)      Tujuan
Mempererat tali silaturrahmi antara warga dengan mahasiswa KKN
3)      Waktu dan tempat kegiatan
Dilaksanakan pada hari rabu tanggal 25 Februari 2009 pukul 20.00 – 23.30 WITA di lapangan sepak bola Desa Kalijaga.
4)      Bentuk kegiatan
Sebelum nonton bareng, terlebih dahulu ditampilkan peserta lomba pidato yang masuk babak final ( 4 orang finalis ), kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah berbagai macam lomba yang telah diadakan sebelumnya dan dilanjutkan dengan pemutaran film islami yang berjudul SYAHADAT CINTA.
5)      Partisipasi masyarakat
Masyarakat yang hadir pada acara tersebut berjumlah ribuan orang dan memadati lapangan sepak bola desa kalijaga tersebut.

9.      Bidang Kependudukan
Menyempurnakan data penduduk ke buku besar penduduk setiap dusun
1)      Masalah
Belum adanya buku besar data penduduk yang mutakhir di setiap dusun maupun di kantor desa.
2)      Tujuan
Membuat buku besar data penduduk yang mutkhir
3)      Waktu kegiatan
Kegiatan pencatatan data penduduk kedalam buku besar penduduk dilaksanakan mulai tanggal 24 Januari 2009 dan berakhir pada tanggal 14 Februari 2009.
4)      Pelaksana
Anggota KKN dari Fakultas Ekonomi
5)      Sumber dana
Sumber dana untuk pencatatan data penduduk ke buku besar penduduk masing-masing dusun berasal dari pemerintahan desa sebesar Rp. 30.000,- dan dari kelompok KKN sebesar Rp. 50.000, sehingga berjumlah Rp. 80.000,-
6)      Hasil
Terbuatnya data penduduk yang baru dan mutkhir di buku besar sebanyak 6 dusun.
7)      Hambatan
Adanya data penduduk yang masih salah, seperti jenis kelamin, umur, status dalam keluarga serta belum adanya data penduduk dari 4 dusun lainnya.

B.       Hambatan- Hambatan dalam Pelaksanaan Program KKN
                 Secara umum terdapat beberapa hambatan didalam melaksanakan program kerja KKN di desa Kalijaga, diantaranya sebagai berikut:
1.       Paradigma masyarakat yang menganggap Mahasiswa KKN membawa uang yang banyak adalah hambatan utama ketika pembentukan program kerja KKN bersama dengan aparat Pemerintahan desa dan tokoh-tokoh masyarakat di desa kalijaga sehingga masyarakat selalu meminta dan mengusulkan  program kerja dalam bentuk pembangunan fisik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya mahasiswa KKN dari perguruan tinggi swasta yang ketika KKN sering melakukan pembangunan fisik.
2.       Peserta kegiatan-kegiatan penyuluhan maupun pelatihan selalu datang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan tingkat partisipasi masyarakat pada acara yang berbentuk penyuluhan maupun pelatihan sangantlah rendah, atau tidak semua yang diundang, hadir pada acara penyuluhan maupun pelatihan tersebut. Dengan kata lain tingkat partisipasi masyarakat pada kegiatan yang berbentuk penyuluhan maupun pelatihan hanya sebesar 42 % saja.
3.       Permasalahan pemondokan / posko juga merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh kelompok KKN Unram di Desa Kalijaga, setelah selama 2 minggu posko KKN Unram berada di Peta Kawan Dusun Jorong Desa Kalijaga, selama itu pula anggota KKN sudah mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Bahkan anggota KKN sudah merasa nyaman di posko tersebut. Akan tetapi karena posko tersebut akan ditempati sebagai POLINDES, maka posko KKN pun dipindahkan ke Dusun Lauk Peken. Tentunya hal tersebut sangat berat dirasakan oleh anggota KKN, karena harus memulai untuk beradaptasi dari awal lagi, dan hal ini sempat mengganggu psikis anggota KKN yang berakibat pada terganggunya program kerja. Namun hal tersebut tidaklah berlangsung lama dan akhirnya anggota KKN dapat melaksanakan program kerja seperti biasanya di posko baru
4.       Sebagian wilayah di Kabupaten Lombok Timur termasuk Kecamatan Aikmel adalah bekas wilayah yang menjadi daerah pelanggan Koperasi Listrik Pedesaan ( Eks – KLP ) sehingga listrik sering padam, bahkan pernah terjadi ledakan Teravo gardu di Desa Kalijaga yang menyebabkan listrik padam selama 5 x 24 jam. Oleh sebab itu, beberapa kegiatan KKN Unram sempat terganggu sebagai akibat dari padamnya listrik tersebut. Dan bukan hanya itu saja, biasanya ketika program KKN sedang berjalan seperti kegiatan penyuluhan maupun pelatihan-pelatihan, tiba-tiba listrik padam yang tentunya mengganggu kegiatan KKN yang sedang berjalan tersebut.
5.       Permasalahan terakhir adalah lambatnya informasi yang diberikan oleh pihak LPM Unram yang mengharuskan setiap kelompok KKN melakukan pendataan warga PBA tingkat dasar, sehingga tidak diprogramkan sejak awal kegiatan KKN dan sedikit mengganggu kegiatan lainnya yang sudah diprogramkan dan masih belum dilaksanakan, dan tentunya hal tersebut sangat mengganggu konsentrasi anggota KKN, disebabkan karena harus melakukan pendataan warga PBA tingkat dasar bersamaan dengan program KKN lainnya yang sudah diprogramkan terlebih dahulu.









C.     KESIMPULAN DAN SARAN
1.      Kesimpulan
                        Beberapa kesimpulan yang dapat disimpulkan setelah Mahasiswa KKN Unram melaksanakan program KKN di Desa Kalijaga Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur adalah sebagai berikut:
1.          Walaupun desa Kalijaga adalah desa tertua yang ada di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, maka bukan berarti tua dalam hal segala-galanya. Akan tetapi Desa Kalijaga masih tergolong desa tertinggal dibandingkan dengan desa Lenek maupun Desa Aikmel yang ada di Kecamatan Aikmel. Namun tergolong maju dibandingkan dengan desa-desa lainnya di kecamatan Aikmel kecuali 2 desa tersebut di atas. Selain itu juga, Desa Kalijaga sudah dimekarkan menjadi 3 desa, dan desa hasil pemekarannya adalah Desa Kalijaga Timur dan Desa Kalijaga Selatan yang kondisinya masih sangat tertinggal.
2.          Bahwa paradigma masyarakat yang menganggap bahwa Mahasiswa KKN Unram membawa uang dalam jumlah yang banyak ketika melakukan KKN, tidaklah terlepas dari banyaknya KKN dari perguruan tinggi swasta yang kebanyakan mahasiswanya adalah mahasiswa yang sudah memiliki pekerjaan dan ketika KKN, program kerja mereka adalah pembangunan fisik, sehingga masyarakat menganggap Mahasiswa KKN Unram pun membawa uang yang lebih banyak daripada perguruan tinggi swasta.
3.         Bahwa dengan adanya kegiatan KKN Unram di Desa Kalijaga, pemerintahan desa merasa banyak terbantu oleh program kerja yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN, baik program kerja yang bersifat penyempurnaan administrasi desa, penyuluhan-penyuluhan maupun kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya.
4.          Bahwa di desa kalijaga, angka warga PBA tingkat dasar masih sangat tinggi yaitu mencapai 20 % lebih dari jumlah penduduk.
5.          Bahwa yang masih menjadi kendala utama bagai warga Kabupaten Lombok Timur adalah masalah listrik yang belum teratasi secara sempurna sampai saat ini.




2.      Saran
                        Dari hal-hal yang telah diuraikan diatas, kelompok KKN Unram Desa Kalijaga Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur untuk semester ganjil tahun 2008 / 2009 memberikan saran sebagai berikut :
1.          Desa Kalijaga masih layak menjadi lokasi KKN Unram selanjutnya, mengingat masih banyak permasalahan yang belum semuanya dapat diselesaikan oleh KKN Unram sekarang.
2.          Desa Kalijaga Timur dan Desa Kalijaga Selatan yang merupakan desa hasil pemekaran dari desa kalijaga induk, kondisinya juga sangat tertinggal dan memprihatinkan, sehingga kami menyarankan kedua desa tersebut dapat mejadi lokasi KKN Unram periode bulan Agustus 2009 mendatang, karena selama berdirinya desa tersebut, KKN Unram belum pernah masuk ke kedua desa tersebut.
3.         Untuk KKN selanjutnya yang akan ditempati di desa Kalijaga, agar lebih memfokuskan program kerja pada kegiatan Pemberantasan Buta Aksara dan di bidang pertanian, karena angka warga PBA tingkat dasar masih tergolong tinggi, yaitu mencapai 20 % dari jumlah penduduk desa kalijaga serta hampir 85 % dari masyarakat desa kalijaga merupakan petani maka kegiatan-kegiatan di bidang pertanian tentunya akan lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
4.         Sebagai desa yang memiliki mata air yang cukup banyak, sebaiknya ditemukan teknologi tepat guna untuk memanfaatkan air tersebut, apalagi aliran air yang ada cukup deras dan dapat digunakan sebagai alat pembangkit listrik tenaga air, sehingga disarankan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur untuk lebih memanfaatkan sumber daya air tersebut sebagai pembangkit listrik, mengingat kecamatan Aikmel adalah bekas KLP ( Koperasi Listri Pedesaan ) yang listriknya masih bermasalah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar